Kamis, 13 Juni 2013

laporan observasi BPP Tanjung Selor



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Buah-buahan merupakan salah satu sumber bahan pangan yang potensial dan banyak mengandung zat gizi terutama vitamin. Selain sebagai sumber vitamin, buah-buahan juga mengandung mineral dan pada jenis buah-buahan tertentu juga menghasilkan cukup banyak energi. Sayuran merupakan salah satu sumber daya yang banyak terdapat di sekitar, mudah diperoleh dan berharga, relatif murah serta merupakan sumber vitamin dan mineral.
Buah dan sayuran adalah jenis makanan yang memeiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat-obatan kimia yang dijual di took-toko, buah dan sayuran jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya, serat dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama.
Dibandingkan dengan serealia dan tanaman bergula (tebu dan gula bit) bahan pangan sayur-sayuran diproduksi paling banyak dan biasanya produksinya geografisnya terbatas. Buah-buahan diartikan sebagai buah-buahan dari pohon atau berri. Buah-buahan pohon digolongkan ke dalam buah yang berasal dari pohon buah-buahan yang menggugurkan daun-daunnya pada musim gugur dan pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada musim semi.
       Sayuran umumnya rendah dalam kandungan protein dan lemak kecuali untuk beberapa sayuran tertentu. Namun demikian sayuran tinggi akan kandungan besi, kalsium, vitamin C dan provitamin A. Sayuran berwarna hijau merupakan sumber yang kaya akan karoten (provitamin A). semakin tua warna hijau itu semakin banyak kandungan akan karoten. Buah-buahan yang mempunyai daging yang berwarna kuning kaya akan kandungan karotenoid yang merupakan prekursor dari vitamin Z.


1.2  Tujuan Observasi Lapangan

a.       Untuk mengetahui struktur fisik buah-buahan secara langsung di lapangan.
b.      Untuk mengetahui jenis buah yang tergolong tanaman semusim dan tahunan.
c.       Melihat dan mengamati jenis buah yang di tanam di Balai Penyuluhan Peertanian (BPP).

1.3  Manfaat

1.       Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut masih berlaku, atau sewaktu perilaku sedang terjadi sehingga pengamat tidak menggantungkan data-data dari ingatan seseorang.
2.      Pengamat dapat memperoleh data dan subjek, baik dengan berkomunikasi verbal ataupun tidak, misalnya dalam melakukan penelitian. Sering subjek tidak mau berkomunikasi secara verbal dengan peneliti karena takut, tidak punya waktu atau enggan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan adanya pengamatan (observasi) langsung











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.  Budidaya Sayur
"Sayuran" merupakan bentuk turunan dari kata "sayur", komponen pendamping nasi (atau pangan pokok lainnya) yang berkuah cair atau agak kental. "Sayuran" adalah segala sesuatu yang berasal dari tumbuhan (termasuk jamur) yang disayur; dengan pengungkapan lain: segala sesuatu yang dapat atau layak disayur. Apabila dimakan secara segar bagian tumbuhan itu biasanya disebut lalapan.
Istilah "sayuran" tidak bersifat ilmiah. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun (juga beserta tangkainya), tetapi dapat pula batang yang masih muda (misalnya rebung) atau bonggol umbi. Beberapa sayuran adalah bagian tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortel, kentang, dan lobak. Terdapat pula sayuran yang berasal dari organ generatif, seperti bunga (misalnya kecombrang dan turi), buah (misalnya terong, tomat, dan kapri), dan biji (misalnya buncis dan kacang merah). Bagian tumbuhan lainnya yang juga dianggap sayuran adalah tongkol jagung. Meskipun bukan tumbuhan, bagian jamur yang dapat dimakan juga digolongkan sebagai sayuran.
Walaupun berkadar air tinggi, buah-buahan tidak dianggap sebagai sayur-sayuran karena biasanya dikonsumsi karena rasanya yang manis dan tidak cocok untuk disayur. Beberapa sayuran dapat pula menjadi bagian dari sumber pengobatan, bumbu masak, atau rempah-rempah. Sayuran dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran bahkan telah diklaim mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun.
Namun, seringkali sayuran juga mengandung racun dan antinutrients seperti α-solanin, α-chaconine [13], enzim inhibitor (dari cholinesterase, protease, amilase, dsb), sianida dan sianida prekursor, asam oksalat, dan banyak lagi. [14] Tergantung pada konsentrasi, senyawa tersebut dapat mengurangi sifat dpt dimakan, nilai gizi, dan manfaat kesehatan dari diet sayuran. Cooking and/or other processing may be necessary to eliminate or reduce them. Memasak dan / atau pengolahan lainnya mungkin diperlukan untuk menghilangkan atau mengurangi mereka.
Melakukan diet dengan mengonsumsi jumlah sayuran dan buah-buahan yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes tahap 2. Dengan diet ini pula, dapat membantu melawan kanker dan mengurangi keropos tulang. Selain itu, dengan kita mengonsumsi zat potasium (banyak ditemui pada buah dan sayur-mayur) akan membantu mencegah terbentuknya batu ginjal.
2.2. Budidaya Buah
Sebagai negara agraris, Indonesia kaya akan ragam jenis buah. Keanekaragaman jenis ini tampak dari rasanya yang manis, asam, sepat, maupun pahit, dari bentuknya yang bulat mapun lonjong, dari ukurannya yang kecil maupun besar, dari tekstur kulit luarnya yang mulus, berlekuk, maupun berduri, bahkan dari warnanya yang hijau, kuning, jingga, maupun merah. Walaupun Indonesia kaya akan jenis buah, namun banyak penduduknya tidak peduli akan kekayaan itu.
       Suatu jenis buah yang disebut unggul karena biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Produktivitas buah per pohon dalam suatu musim panen melebihi produktivitas  tanaman buah lain yang sejenis
b.      Dibandingkan dengan jenis lainnya, tanaman sudah mampu berproduksi walaupun umurnya relatif lebih muda.
c.       Tanaman harus tahan hama penyakit, karena tanaman yang tumbuh sehat dan normal akan mengahasilkan buah yang sehat dengan penampilan yang menarik
d.      Kelezatan aroma buah di atas rata-rata varietas lainnya.
e.       Bentuk, ukuran, dan warna buah seragam sehingga berpotensi ekspor.
Hampir semua orang pernah mengalami kesukaran memperoleh buah-buahan terbaik. Sering terjadi buah-buahan yang dipasarkan telah mengalami kerusakan selama pemrosesan atau selama perjalanan mulai dari kerusakan kecil, memar, atau bahkan hancur sama sekali. Yang terpenting adalah bagaimana memeilih buah-buahan serta mengerti cara merawat dan menyimpan agar buah dapat disajikan dalam kondisi terbaik.
Buah yang dipetik sebelum masak, perkembangannya belum penuh. Buah seperti ini tidak mampu mengembangkan rasa manis atau lezatnya dan aromanya dengan penuh. Oleh karena itu, petani yang baik akan memetik buah-buahannya pada waktu yang paling tepat dan baik untuk dimakan. Meskipun buah sama-sama berasal dari satu pohon, waktu masaknya berbeda-beda. Petani yang baik hanya akan memetik buah yang sudah masak di pohon dan membiarkan yang masih belum cukup umur.
Masaknya buah disebabkan oleh terjadinya perubahan kimiawi yang sangat kompleks. Selama proses, warna, rasa, tekstur, dan aroma buah mengalami perubahan. Pisang misalnya, mula-mula kuning keemasan, lambat-laun berubah kecoklatan, kemudian layu, melunak, terlalu masak dan akhirnya busuk. Buah yang masih muda berwarna hijau karena mengandung klorofil. Pada waktu buah menjadi tua, klorofil berubah menjadi pigmen alamiah yang berwarna kuning, merah, atau lainnya sesuai dengan jenis buah.

Warna merupakan petunjuk tingkat kemasakan buah. Warna hijau menandakan buah yang masih muda, kecuali apel hijau, melon, anggur, gosberi, sejenis mangga, plum hijau, dan pisang. Warna yang menyala kekuning-kuningan, merah muda, atau merah tua meruapakn tanda bahwa kualitas buah bagus.

2.2 Tanaman Semusim
Tumbuhan semusim atau tanaman semusim merupakan istilah agrobotani bagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam. Dalam pengertian botani, pengertiannya agak diperlonggar menjadi tumbuhan yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun. Istilah dalam bahasa Inggris, annual plant, menunjukkan bahwa yang dimaksud "satu musim" adalah satu tahap dalam setahun. Bagi pertanian di daerah beriklim sedang seringkali yang dimaksud semusim adalah apabila tanaman yang dimaksud tidak perlu mengalami musim dingin bagi pembungaannya (vernalisasi). Sejumlah tumbuhan dari daerah beriklim sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem. Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam waktu sangat singkat (4 hingga 8 minggu). Tumbuhan seperti narsisus, yang dikenal sebagai spring plants (tumbuhan musim semi), mengeluarkan daun di akhir musim dingin (musim salju) lalu berbunga dan kemudian layu kembali hanya dalam waktu sekitar 3 bulan, untuk kemudian kembali beristirahat dalam bentuk umbi.Perilaku musiman ini diatur secara hormonal dan dipengaruhi oleh suhu udara, panjang hari, serta ketersediaan air di tanah.

















ri pohon buah-buahan yang menggugurkan daun-daunnya pada musim gugur dan pohon-pohon yang menggugurkan daunnya pada musim semi3.
BAB III
HASIL PENGAMATAN OBSERVASI


3.1 Balai Penyuluhan Pertanian Tanjung Selor
3.1.1 Keadaan Umum
1. Propil Balai Penyuluhan Pertanian.

STRUKUR KELEMBAGAAN
BALAI PENYULUHAN PERTANIAN
TANJUNG SELOR



KA.BALAI
H.Syahruddin, s.pkp





SEKRETARIS
Samuji, s.pkp







Kelompok Fungsional BPP


Wibi tg.selot ulu
Parida
Kel.Binaan : 7





Wibi tg.selor ilir
Afan Paryanto,s.pkp
Ke. Binaan : 7

Wibi tg.selor timur
Sajidi s.pkp
Kel. binaan : 12

Wibi Jelarai selor
Suriani B.P,Sp
Kel Binaan : 9

Wibi tengkapak
Samsul Rn. s.pkp
Kel.binaan : 6
Wibi Bumi rahayu
H.Arifah bahtiar
Kel.binaan : 4
Wibi g. Sari
Taufiqurrahman
Kel.binaan : 4
Wibi apung
Samuji s.pkp
Kel.binaan : 11
Wibi bukit indah
Samsuriati
Kel.binaan : 6
Wibi G.seriang
Ribit riyanto s. PKP
Kel. Binaan : 7
Wibi Tg . buka sp 1
Alfian Sp.
Kel. Binaan : 15





Wibi tg Buka sp 8
Nugarningsih S, Sp
Kel.binaan : 4

Pada tahun 1983 Balai Penyuluhan Pertanian di Bangun Oleh NAIF ( Bank dunia Pertanian ) BPP Tanjung Selor terdiri dari 14  Penyuluh dalam 13 Desa untuk satu kepala Balai.

2.      Lahan Balai Penyuluhan Pertanian
Adapun luas lahan keseluruhan adalah 5 ha, yaitu 2 ha lahan basah dan 3 ha lahan kering. Untuk lahan basahnya belum di kelola secara baik karena keterbatasan oprasional, sehingga baru lahan kering yang di kelola untuk di tanam berbagai jenis tanaman baik tanaman semusim, herba dan tanaman tahunan.
3.      Jenis Taanaman
Adapun jenis Tanaman yang di budidayakan di Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Tanjung selor  Khususnya di lahan Kering Adalah Sebagai berikut :
a.       Melon
b.      Semangka
c.       Jambu air
d.      Durian
e.       Pisang
f.       Duku
g.      Lengkuas
h.      Buah naga

3.1.2   Budidaya Tanaman

1.      Budidaya Melon
melon memerlukan curah hujan antara 2000-3000 mm/th dengan ketinggian tempat yang optimal 200-900 mdpl. Intensitas sinar matahari berkisar antara 10-12 jam per hari. Suhu optimal untuk perkecambahan berkisar 28°-30°C, untuk pertumbuhan vegetatif 20-25°C dan untuk pembungaan >25°C. Rasa melon yang manis akan tercapai apabila selisih suhu antara siang dan malam cukup tinggi. Suhu pada siang hari untuk pembesaran 26°C sehingga dapat meningkatkan fotosintesis. Sedangkan suhu malam harinya <20°C untuk menekan proses respirasi cadangan makanan. Air sangat dibutuhkan oleh tanaman ini karena 90% kandungan melon terdiri dari air. Lokasi penanaman melon sebaiknya bukan bekas lahan tanaman melon atau tanaman sefamili. Minimal sudah diberakan selama 2 tahun untuk diperoleh hasil yang optimal.

Secara teknis pengolahan lahan yang dilakukan di sam dengan teori yang membedakan hanya saja pemberian bahan kimia nya yang berbeda karena tergantung dengan kondisi tanah tingkat serangan hama dan penyakitnya .

2.      Budidaya semangka

Buah semangka salah satu jenis buah-buahan yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Kenapa demikian? Karena semangka sangat mudah tumbuh di dataran tanah yang memiliki ketinggian 0-1000 m dpl. Jadi untuk budidaya semangka bisa dilakukan di datran rendah maupun dataran tinggi.
Secara teknis pengolahan lahan yang dilakukan di sam dengan teori yang membedakan hanya saja pemberian bahan kimia nya yang berbeda karena tergantung dengan kondisi tanah tingkat serangan hama dan penyakitnya. Dan pemberian pupuknya berbeda yaitu dengan membuat lubang tempat penyimpan pupuk  agar daun semangka tidak rusak akibat pemberian pupuk. 















BAB V
PENUTUP


5.1 Kesimpulan

Tumbuhan semusim atau tanaman semusim merupakan istilah agrobotani bagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam. Dalam pengertian botani, pengertiannya agak diperlonggar menjadi tumbuhan yang menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun.
Berdasarkan siklus hidupnya, tumbuhan tahunan (perennial plants) adalah tumbuhan yang dapat meneruskan kehidupannya setelah bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih dari pada dua tahun. Banyak di antaranya berupa pohon, meskipun terdapat pula terna ataupun semak.

5.2 Saran
           
            Sebaiknya kebun balai penyuluhan percontohan di rawat dengan baik .
















Daftar Pustaka





















D


DaftDD4
4gsdjrotein dan lemak kecuali untuk beberapa sayuran tertentu. Namun demikian sayuran tinggi akan kandungan besi, kalsium, vitamin C dan provitamin A. Sayuran berwarna hijau merupakan sumber yang kaya akan karoten (provitamin A). semakin tua warna hijau itu semakin banyak kandungan akan karoten. Buah-buahan yang mempunyai daging yang berwarna kuning kaya akan kandungan karotenoid yang merupakan prekursor dari vitamin Z4.
Text Box: DOKUMENTASI FOTO
OBSERVASI LAPANG DI BALAI PENYULUHAN PERTANIAN

an tanaman bergula (teu dan gula bit) bahan panganh-buahan diartikan sebagai buah-buahan
Sayuran umumnya rendah dalam kandungan protein dankecuali untuk beberapa sayd yang
      
LAPORAN OBSERVASI

BUDIDAYA TANAMAN SAYUR DAN BUAH
BALAI PENYULUHAN PERTANIAN






Oleh :

Nama               : Eka Ryani
Npm                : 2010-31-041
Fakultas           : Pertanian
Jurusan            : Agroteknologi




YAYASAN PENDIDIKAN TANAH SERIBU
UNIVERSITAS KALTARA
FAKULTAS PERTANIAN
TANJUNG SELOR
2013








KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.


Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah laporan dengan judul "BUDIDAYA TANAMAN BUAH DAN SAYUR", yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari.
Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi laporan ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.

Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi laporan ini sehingga dapat memberikan manfaat.





 

tanjung selor, 27 mei 2013

                                                                                                penulis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar